Saya sengaja memberi judul di atas 'siapakah suku Mentawai itu', tetapi bukan melihat SARA melainkan saya disini memperjelas indentiti suku Mentawai di era gobalisasi saat terkini.
Mentawai juga suku Mentawai disebut 'Sabulungan', hal ini sebelum penamaan Mentawai atau kata orang Minang 'Mantaoi'. Saat itu tidak ada penamaan lain kecuali diambil dari karakter hidup suku Mentawai di zaman nenek moyang dahulu. Sebelum penjajahan Belanda Suku Mentawai sudah menempati sebuah pulau yaitu Pulau Siberut yang letaknya di daerah Simatalu bila'. Karena terjadi perslisihan akhirnya suku Mentawai terpecah dan berpencar mencari wilayah masing-masing.
Menurut paka pakar antropologi bahwa suku Mentawai itu berasal dari proto malay 10.000 tahun yang silam dengan berbagai analisis dan tindakan fakta dengan menghubungkan referensi-referensi yang bisa membuktikan bahwa suku Mentawai dari zaman neolitik. Itulah ilmu pengetahuan kecanggihannya kadang tidak bisa masuk dalam logika pada masyarakat awam. Dan itu bisa saja terbukti dengan cara mengkelompokkan suku-suku di dunia yang berasal dari proto malay atau diatero malay.
Dalam hal ini yang jelas Suku Mentawai merupakan suku kuno yang tidak mengenal tulisan sehingga dalam mensejarahkan suku dan kebudayaan hanya berdasarkan tutur saja. Kehidupan identitas suku Mentawai ketika itu sangat jelas sehingga terjalin kelompok suku yang saling berbaur dan bekerja sama. Mereka hidup dengan alam, damai dan bebas memanfaatkan SDA yang ada tanpa eksploitasi. Mereka punya kepercayaan "Arat Sabulungan" dengan kehidupan yang sakral. Ritual-ritual sering dilakukan ketika dalam setiap aktivitas mereka.
Namun disaat terkini (modern) suku Mentawai mulai terbuka. Generasinya sekarang mulai berbahasa suku lain karena supaya merasa lebih maju dan terpelajar atau banyak pergaulan. Di Mentawai sekarang sudah banyak suku-suku yang masuk, seperti Batak, Minangkabau, Buton, Kalimantan, Jawa dan lain sebagainya. Hal ini terjadi adanya niat suku lain untuk datang merantau di Mentawai dan kemudian adanya program pemerintan CPNS dan transmigrasi.
Suku Mentawai mulai termajinalkan dalam segi tempat, hak-hak karena minimnya SDM. Semakin banyak pembohongan yang datang ke Mentawai dengan mengambil peluang kurangnya SDM suku Mentawai, seperti munculnya perusahaan kayu ditanah hak wilayat suku Mentawai, pembentukan wilayah kecamatan di atas tanah suku Mentawai dan program lain dari pemerintah yang katanya memfasilitasi masyarakat dan lain sebagainya.
Kedepan hak kepemilikan wilayah suku Mentawai akan hilang secara lahan-per-lahan sehingga bagi siapa generasi muda yang tidak berpendidikan, maka akan menjadi korban atas ketidak adilan. Inilah salah satu cara untuk ketika semua hak suku Mentawai sudah habis dicaplok, namun generasinya masih bisa hidup dalam tingkat pendidikannya, karena bisa bekerja di instansi pemrintah atau NGO. Tetapi kalau sekarang itu sudah dicaplok semua hak Suku Mentawai, generasi Mentawai tidak ada yang siap.
No comments:
Post a Comment